Popular Posts

Erlan_xp. Powered by Blogger.
Showing posts with label astronomi. Show all posts
Showing posts with label astronomi. Show all posts

Voyager Mencapai Batas Luar Tata Surya

Written By mohamad erlan efarda on Monday, 25 March 2013 | 08:19

 

Voyager Mencapai Batas Luar Tata Surya | New

 Wahana antariksa Voyager 1 yang diluncurkan tahun 1977 untuk mengekplorasi planet-planet yang ada di luar sabuk asteroid, seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, kini telah melewati daerah baru dalam perjalanannya keluar dari Tata Surya.


Hal ini terungkap dari dua perubahan kondisi lingkungan luar angkasa yang sangat berbeda dan saling terhubung, yang terdeteksi oleh wahana tersebut pada lokasi yang berjarak lebih dari 18 miliar km dari Bumi pada tanggal 25 Agustus 2012 lalu.

Satelit Voyager 1 menangkap perubahan yang drastis pada tingkatan radiasi, di mana satu radiasi berasal dari lingkungan di dalam sistem Tata Surya dan satunya lagi datang dari interstellar space.

Bill Webber, Astronom di New Mexico State University di Meksiko, mengatakan, pada heliosphere, Voyager 1 mendeteksi partikel yang ada di dalam sistem Tata Surya menurun kurang dari 1 persen dari yang terdeteksi sebelumnya. Sementara radiasi interstellar space meningkat hampir dua kali lipat.

Meski demikian, peneliti belum menyatakan bahwa Voyager 1 sudah berada di interstellar space, suatu ruang di luar angkasa yang tidak lagi dipengaruhi oleh efek dari Matahari.

Edward Stone, peneliti yang terlibat dalam proyek Voyager, mengatakan, masih diperlukan bukti tambahan yang mengindikasikan Voyager telah meninggalkan sistem Tata Surya.

“Perubahan arah medan magnet adalah indikator penting terakhir yang menandakan bahwa Voyager 1 telah mencapai interstellar space. Hingga saat ini perubahan arah tersebut belum teramati,” jelasnya.

Peneliti menduga bahwa Voyager 1 saat ini mungkin berada di daerah perbatasan antara heliosphere dan interstellar space yang belum pernah diketahui sebelumnya.

“Wahana ini berada di luar heliosphere,” kata Webber yang dikutip Reuters, Rabu (20/3/2013). “Segala hal yang kami ukur berbeda dan ini menarik,” tambahnya.

Pada bulan Desember, Voyager telah mencapai daerah yang disebut magnetic highway, di mana medan magnet yang berasal dari Matahari terhubung dengan medan magnet lain dari interstellar space.

“Kami percaya bahwa ini adalah langkah terakhir dari perjalanan kita menuju interstellar space. Ini diperkirakan dalam beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan," kata Stone.
08:19 | 0 comments | Read More

Hujan Meteor Quadrantids

 Hujan meteor Quadrantid adalah salah satu hujan meteor yang terbaik dalam setahun. Jumlah meteor mencapai 100 buah per jam. Asal radian dari hujan meteor ini adalah di dekat rasi Bootes, yang terletak di belahan langit utara.

Sedikit berbeda dengan penamaan hujan meteor lainnya, hujan meteor ini dinamakan sesuai dengan rasi yang kini sudah tidak ada lagi. Rasi yang dimaksud adalah Quadran Muralis. Rasi yang ditemukan oleh J. Lalande pada tahun 1795 ini terletak dekat ekor dari Ursa Major, di antara Bootes dan Draco. Rasi ini menunjukkan alat mural quadrant, yang biasa digunakan untuk menentukan posisi benda langit.
Rasi Quadran Muralis
Rasi Quadran Muralis (Sumber: www.pa.msu.edu)
Hujan meteor ini terjadi pada pekan pertama Januari, dengan puncaknya berada pada tanggal 3 Januari. Rasi Bootes akan terbit sekitar pukul 2 dini hari, sehingga hujan meteor ini akan dapat disaksikan dengan lebih baik sekitar pukul 3, setelah arah radiannya sudah cukup tinggi di langit sebelah timur.
Mengamati hujan meteor Quadrantids (Sumber: science.nasa.gov)
Mengamati hujan meteor Quadrantids (Sumber: science.nasa.gov)
Hujan meteor ini pertama kali diamati pada tahun 1825. Namun posisinya yang berada jauh di utara menyebabkan hujan meteor ini sering tidak dapat diamati dengan baik. Karena di bulan Januari, belahan bumi utara mengalami musim dingin, sehingga langit tidak terlalu bersahabat. Selain itu juga karena puncak dari hujan meteor ini hanya berlangsung sekitar 2 jam saja.
Berbeda dengan kebanyakan hujan meteor lainnya, asal material hujan meteor ini tidak diketahui dengan pasti. Dugaannya adalah komet yang menjadi sumber hujan meteor ini sudah hancur sejak lama.
Aurora dan meteor-meteor Quadrantids (Sumber: APOD)
Aurora dan meteor-meteor Quadrantids (Sumber: APOD)
08:12 | 0 comments | Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...